Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Jangan menunggu orang luar datang membangunkan potensi Sumba. Orang Sumba harus menjadi pelaku utama perubahan di tanahnya sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah dan gereja sangat dibutuhkan dalam mengatasi kemiskinan, stunting, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan hidup.
GKS Diajak Dukung Gerakan Jam Belajar
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak Gereja Kristen Sumba mendukung implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat.
Program tersebut menetapkan waktu belajar bagi anak-anak setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA sebagai upaya membangun budaya belajar di lingkungan keluarga.
Menurut Melki, kebijakan itu lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya budaya belajar di sebagian masyarakat NTT.
“Yang ingin kita bangun adalah budaya belajar. Yang ingin kita bentuk adalah kebiasaan baik. Dan yang ingin kita siapkan adalah masa depan anak-anak Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Ia berharap gereja dapat berperan aktif mengajak keluarga-keluarga Kristen mendukung Gerakan Jam Belajar demi menciptakan generasi muda yang berkualitas.
Gereja Diminta Terus Hadir Menjawab Persoalan Sosial
Gubernur berharap Sidang Sinode XLIV GKS menjadi ruang refleksi untuk memperbarui arah pelayanan gereja agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan