Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kita akan perjuangkan penambahan kuota pupuk. Produksi tidak mungkin meningkat kalau kebutuhan dasar petani belum terpenuhi,” tegasnya.
Selain persoalan produksi, Melki juga menyoroti pentingnya penguatan sarana pascapanen agar kualitas hasil jagung tetap terjaga, terutama saat musim panen bertepatan dengan curah hujan tinggi.
Ia turut mendorong agar keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Barat Daya dapat menjadi pasar baru bagi hasil pertanian masyarakat.
“Kita ingin kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Dengan begitu manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh petani di Sumba Barat Daya,” ujarnya.
Melki juga memberikan motivasi kepada para penyuluh pertanian agar terus mendampingi petani melalui penerapan teknologi budidaya dan inovasi pertanian sehingga produktivitas dapat terus meningkat.
Ketua Kelompok Tani Paghili Mere, Agustinus W. Kaka, mengapresiasi kehadiran Gubernur di tengah para petani.
Menurutnya, kebutuhan pupuk bersubsidi, benih unggul, serta alat pascapanen masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani di Desa Hameli Ate.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu penyediaan pupuk, benih, dan alat pascapanen agar hasil produksi kami semakin meningkat,” katanya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan