Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia juga mengapresiasi kerja keras para petani yang selama ini mampu menjaga produktivitas pertanian sehingga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di NTT.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kabupaten SBD merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di provinsi tersebut. Pada Musim Tanam I periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 dan Musim Tanam II April hingga Juni 2026, luas tanam jagung di daerah itu mencapai 36.393 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.260 hektare berada di Kecamatan Kodi Utara.
Menurut Melki, besarnya luasan lahan tersebut menunjukkan peran strategis Kabupaten SBD dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
“Tadi saya mendapat laporan bahwa dari total sekitar 36 ribu hektare lahan jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya, lebih dari 8 ribu hektare berada di wilayah ini. Ini luar biasa. Produktivitas yang sudah baik ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.
Dalam dialog bersama petani, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari keterbatasan pupuk bersubsidi, kebutuhan benih unggul, hingga minimnya sarana pascapanen seperti mesin pengering dan mesin perontok jagung.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Melki langsung meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjutinya. Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dan Balai Wilayah Sungai terkait pengembangan infrastruktur irigasi. Sementara untuk penyediaan benih unggul dan penambahan kuota pupuk, pemerintah akan menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, PT Pupuk Indonesia, serta berbagai pihak terkait.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan