Ia menambahkan siapa pun yang keluar sebagai juara layak disebut sebagai tim terbaik dunia mengingat Argentina dan Spanyol saat ini menempati posisi pertama dan kedua dalam peringkat FIFA.

Tak Lagi Fanatik dengan Gaya Bermain

Gusnul menilai salah satu hal menarik di Piala Dunia 2026 adalah perubahan pendekatan taktik yang dilakukan banyak negara peserta.

Menurut mantan pelatih Arema tersebut, Spanyol tidak lagi sepenuhnya mengandalkan gaya tiki-taka, sementara Argentina juga tidak selalu memainkan sepak bola bergaya Tango seperti identitas mereka selama ini.

Iklan

Sebaliknya, kedua tim lebih fleksibel dan pragmatis dalam menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan.

“Pemain Spanyol baru bermain tiki taka ketika masuk sepertiga pertahanan lawan, terutama di kotak penalti. Sebagian besar kontestan Piala Dunia 2026 tampil taktis dan pragmatis untuk memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Faktor Usia Bisa Menjadi Pembeda

Selain kualitas permainan, Gusnul menilai komposisi usia pemain berpotensi menjadi faktor pembeda dalam laga final.

Skuad Argentina memiliki rata-rata usia 29,2 tahun, yang dinilai memberikan kematangan dan pengalaman dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.

Sebaliknya, Spanyol datang dengan rata-rata usia 26,9 tahun, menawarkan energi, kecepatan, dan intensitas permainan yang tinggi sepanjang pertandingan.