Rangkaian agenda internasional tersebut, menurutnya, semakin mempertegas posisi Belu sebagai pusat diplomasi budaya di kawasan perbatasan Indonesia.

Ia mengaku merasa terhormat karena Dr. Anthony Greco bersama tim internasional memilih Atambua sebagai lokasi penyelenggaraan festival.

“Kami mungkin belum pernah saling mengenal sebelumnya, tetapi Anda memilih Kota Atambua. Itu menjadi kehormatan besar bagi masyarakat Belu,” katanya.

Iklan

Harap Festival Beri Manfaat bagi Masyarakat

Menutup sambutannya, Willybrodus Lay mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat persaudaraan selama festival berlangsung.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan hingga 5 Juli 2026 berjalan lancar, aman, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sosial, budaya, maupun ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

“Selamat datang di Belu. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat bagi kita semua dan masyarakat Kabupaten Belu pada umumnya,” ujarnya.

Pembukaan Festival Persahabatan Internasional 2026 ditandai dengan prosesi pemukulan Tihar secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTT, Bupati Belu, Dr. Anthony Greco, serta para tokoh agama.

Melalui filosofi “Belu adalah Sahabat”, Kabupaten Belu terus memperkuat identitasnya sebagai daerah perbatasan yang terbuka, inklusif, kaya budaya, dan menjadi jembatan persahabatan Indonesia dengan masyarakat internasional. (*/rnc)