Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Fraksi juga menilai keberhasilan Kabupaten Alor mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menunjukkan tata kelola keuangan daerah telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dibenahi.
Belanja Pegawai Dinilai Terlalu Besar
Ketua Fraksi Alor Maju, La Gani Rapit Djou, mengatakan perhatian utama fraksinya tertuju pada tingginya belanja pegawai yang dinilai mengurangi ruang fiskal untuk belanja publik.
Menurutnya, besarnya jumlah ASN belum diimbangi dengan distribusi sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan di setiap organisasi perangkat daerah.
“Belanja pegawai kita sudah tembus 59 persen. Jadi yang mau disoroti oleh Fraksi Gabungan adalah bagaimana manajemen Aparatur Sipil Negara. Ini harus ditemukan formula dan skema pengelolaannya,” ujarnya.
Ia mencontohkan masih banyak pasar di tingkat kecamatan yang belum dikelola secara optimal akibat minimnya petugas dari Dinas Perdagangan yang bertugas mengelola pasar dan melakukan pemungutan retribusi.
Padahal, di sisi lain jumlah aparatur pemerintah daerah tergolong besar.
DPRD Dorong Penataan ASN dan PPPK
Fraksi Alor Maju juga meminta Pemerintah Kabupaten Alor melakukan evaluasi terhadap penempatan ASN, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan