Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat resmi meluncurkan Implementasi Transformasi Posyandu 6 Bidang Layanan sekaligus memperkenalkan E-Book Pintar Posyandu Terintegrasi 6 Bidang Layanan sebagai inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Peluncuran yang mengusung tema “Posyandu Hadir Melayani Lebih Dekat, Melayani Lebih Sungguh, dan Bertindak Lebih Cepat” tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat, Selasa (30/6/2026), sekaligus menjadi pembukaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dan Pemerintah Desa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH selaku Pembina Tim Posyandu Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Daerah Yermia Ndapa Doda, S.Sos, Kepala Dinas Kesehatan drg. Bonar Sinaga, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa dan lurah, kepala puskesmas, kader Posyandu, serta mitra pembangunan dari Save the Children dan Stimulan Institute (PSI).
Implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024
Ketua Panitia, Anita Rinie, S.Pi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Regulasi tersebut memperluas fungsi Posyandu menjadi lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan yang mendukung enam bidang pelayanan dasar, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
Menurut Anita, peluncuran ini bertujuan mensosialisasikan arah kebijakan Transformasi Posyandu kepada seluruh pemangku kepentingan, memperkenalkan E-Book Pintar Posyandu sebagai media pembelajaran kader, meningkatkan kapasitas kader, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat.
“Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta pada launching dan sosialisasi, sementara 65 peserta mengikuti pelatihan penguatan kapasitas kader Posyandu,” jelas Anita.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama Perkumpulan Stimulan Institute (PSI) dan Save the Children untuk mewujudkan Posyandu yang lebih terpadu, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan dasar secara optimal kepada masyarakat.
Posyandu Kini jadi Pusat Pelayanan Terpadu
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumba Barat, Martha Bili Lalo, SH, mengatakan Transformasi Posyandu merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.
Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga layanan menjadi lebih mudah diakses, terintegrasi, dan efektif.
Ia menegaskan keberhasilan transformasi tersebut membutuhkan komitmen seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga mitra pembangunan.
Martha juga mengapresiasi dukungan Stimulan Institute dan Save the Children dalam pengembangan E-Book Pintar Posyandu serta pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas kader.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menargetkan sedikitnya 30 persen Posyandu telah menerapkan Transformasi Posyandu 6 Bidang Layanan pada tahun 2026 melalui pembentukan Posyandu percontohan di setiap kecamatan dan desa.
Bupati: Posyandu Harus Menjangkau Seluruh Siklus Kehidupan
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menegaskan bahwa Transformasi Posyandu merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar yang lebih luas, terintegrasi, dan menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu kini telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang layanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.
Bupati juga mengapresiasi peluncuran E-Book Pintar Posyandu Terintegrasi 6 Bidang Layanan sebagai inovasi digital yang dapat menjadi panduan praktis bagi kader Posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya berharap E-Book ini dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kader Posyandu, pemerintah desa maupun para pendamping desa sebagai media pembelajaran yang berkelanjutan,” ujar Yohanis Dade.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu dan pemerintah desa agar mampu memahami arah kebijakan Transformasi Posyandu, menguasai enam bidang layanan, memanfaatkan teknologi dalam pelayanan, meningkatkan kemampuan administrasi dan pelaporan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, puskesmas, PKK, dan seluruh pemangku kepentingan.
Apresiasi untuk Kader Posyandu
Bupati Yohanis Dade turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader Posyandu atas dedikasi mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Stimulan Institute atas kolaborasi yang telah dilakukan dalam memperkuat kapasitas kader serta mendukung implementasi Transformasi Posyandu melalui berbagai inovasi.
Di akhir acara, Bupati secara resmi meluncurkan Implementasi Transformasi Posyandu 6 Bidang Layanan dan E-Book Pintar Posyandu Terintegrasi 6 Bidang Layanan sekaligus membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dan Pemerintah Desa.
“Kita jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang aktif, inovatif, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya yakin kita dapat mewujudkan Posyandu yang semakin maju, profesional, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Barat,” tutup Bupati. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan