Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menilai kehadiran Rumah Belajar dan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari MNC Peduli merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak di Kampung Lete Palolo, Desa Onggol, Kecamatan Kodi.

Menurut Ratu Wulla, program yang diinisiasi MNC Peduli melalui gerakan sosial Beauty with Purpose tidak hanya menghadirkan akses pendidikan dan energi listrik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MNC Peduli, Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca Callista, Albert Nathaniel, MNC Group, iNews, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kami,” ujar Ratu Wulla saat peresmian Rumah Belajar di Kampung Lete Palolo, Sabtu (4/7/2026).

Iklan

Rumah Belajar tersebut diresmikan oleh Ketua Pembina MNC Peduli, Liliana Hary Tanoesoedibjo, yang diwakili Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista. Pada kesempatan yang sama, MNC Peduli juga menyerahkan bantuan PLTS berkapasitas 2.400 watt untuk Rumah Belajar dan panel surya bagi 38 rumah warga di Kampung Lete Palolo.

Bupati Ratu Wulla mengatakan, Rumah Belajar yang dibangun bukan sekadar gedung, melainkan ruang yang dipersiapkan untuk menumbuhkan budaya belajar di tengah masyarakat.

Ia berharap anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membaca, belajar, dan mengembangkan potensi diri, sementara masyarakat dapat menggunakan bangunan itu sebagai tempat pelatihan, pembinaan, pertemuan, hingga berbagai kegiatan sosial yang memperkuat kebersamaan.

Selain itu, bantuan panel surya yang diterima 38 kepala keluarga diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik yang lebih andal sehingga mendukung aktivitas rumah tangga, membantu anak-anak belajar pada malam hari, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Kami berharap seluruh bantuan ini dijaga dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Ratu Wulla menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah.

Menurut dia, kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat.

Sinergi seperti inilah yang kami harapkan terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan energi bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Residential Solutions ATW Group sekaligus Ketua Yayasan Cita Kasih Global, Albert Nathaniel, menjelaskan bahwa sistem PLTS yang dipasang dirancang mampu menyediakan pasokan listrik lebih dari 20 jam setiap hari.

Menurut dia, sistem tersebut menggunakan panel surya berkapasitas sekitar 3.500 watt peak (Wp) yang dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 5.000 watt hour (Wh). Dengan spesifikasi tersebut, kebutuhan listrik rumah tangga dapat terpenuhi secara lebih stabil sekaligus memanfaatkan energi yang ramah lingkungan.

Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista, mengatakan program tersebut menjadi wujud nyata semangat Beauty with Purpose yang mengedepankan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Mengusung tema “Habis Gelap, Terbitlah Terang”, Audrey berharap kehadiran Rumah Belajar dan bantuan listrik tenaga surya mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Kampung Lete Palolo.

“Kami berharap bukan hanya lampu yang terus menyala, tetapi juga semangat belajar dan semangat juang anak-anak. Semoga Rumah Belajar ini menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi besar yang kelak dapat membawa perubahan bagi daerah ini,” ujar Audrey.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya sebagai pusat pembelajaran dan ruang berkegiatan bersama.

Di akhir kegiatan, Ketua DPD Partai Perindo SBD sekaligus Wakil Ketua II DPRD SBD, Yus Bora, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan program tersebut.

Menurut Yus, kehadiran Rumah Belajar dan bantuan PLTS menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan berbagai elemen masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat di SBD yang memperoleh akses pendidikan yang lebih baik serta menikmati manfaat energi bersih untuk mendukung kehidupan sehari-hari. (*/rnc)