Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, apabila seluruh proses telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, maka tidak ada alasan bagi penyelenggara seleksi untuk menutup informasi kepada publik.
“Kalau memang seluruh proses telah berjalan sesuai aturan, maka tidak ada alasan untuk menutup informasi. Transparansi justru akan memperkuat legitimasi hasil seleksi dan menjaga nama baik Polri. Institusi yang besar adalah institusi yang berani membuka diri terhadap pengawasan publik,” ujarnya.
Tegaskan Bukan Persoalan Suku atau Asal Daerah
Andhy menegaskan bahwa sikap BEM Nusantara NTT tidak didasari sentimen suku, ras, maupun asal-usul peserta seleksi.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengikuti seleksi menjadi anggota Polri. Namun masyarakat juga berhak memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen berjalan berdasarkan prestasi dan prinsip meritokrasi.
“Ini bukan persoalan suku, ras, ataupun asal-usul seseorang. Negara menjamin setiap warga negara memiliki hak yang sama. Akan tetapi, masyarakat juga memiliki hak untuk memastikan bahwa proses rekrutmen berjalan berdasarkan prestasi, bukan karena faktor lain yang bertentangan dengan prinsip meritokrasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda NTT telah banyak membuktikan prestasi di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, hingga kepemimpinan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan