Ia juga memberikan penghargaan kepada Ketua Sinode GMIT yang dinilai konsisten mendorong pelestarian budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan Kota Kupang.

Menurutnya, perjalanan Kota Kupang hingga memasuki usia ke-140 tahun tidak terlepas dari peran banyak tokoh dan keluarga yang lahir serta bertumbuh dari lingkungan gereja tersebut.

“Perjalanan Kota Kupang dibangun oleh banyak tangan, banyak pengorbanan, dan banyak cinta yang tidak pernah padam. Terima kasih kepada seluruh Jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan pembangunan kota ini,” katanya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya semangat persatuan dan gotong royong.

Menurutnya, Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dan dijadikan kekuatan bersama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Motto malam ini sangat indah, berbeda tetapi satu. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama walaupun berbeda. Inilah kekuatan yang harus terus kita jaga di Kota Kupang,” tegasnya.