Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut dia, penghasilan tersebut bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Namun, pengalaman mendampingi kelompok tani dan kelompok ternak di desa justru membentuk pemahamannya mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat.
Setelah sempat berhenti sebagai Fasilitator Desa, ia kemudian mengikuti seleksi Pendamping Pemberdayaan di bawah Kementerian Desa seiring bergulirnya program Dana Desa.
“Saat itu kami bekerja dengan sumber daya yang terbatas, tetapi kami belajar bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci. Semangat itu juga saya lihat di Koperasi Pintu Air,” ujarnya.
Angga Kaka juga mengapresiasi visi KSP Kopdit Pintu Air yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota, tetapi juga pembangunan karakter dan nilai-nilai kebersamaan.
Menurut dia, moto koperasi, “Kamu susah, saya bantu. Saya susah, kamu bantu”, mencerminkan semangat solidaritas yang perlu terus dijaga.
“Saya sangat mendukung koperasi ini karena semangatnya membangun masyarakat agar sejahtera dan saling membantu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga petani, nelayan, maupun buruh.
Menurut dia, melalui pendidikan, kerja sama, dan pemberdayaan yang berkelanjutan, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di berbagai bidang.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan