Ia berharap hasil-hasil penelitian dan rekomendasi yang lahir dari simposium tersebut dapat membantu mengatasi berbagai persoalan kesehatan ternak yang selama ini dihadapi para peternak di Nusa Tenggara Timur.

“Forum ini diharapkan menjadi jembatan sains yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan kesehatan ternak dan mendukung peningkatan produktivitas peternakan di NTT,” katanya.

Bangun Kepercayaan dan Jejaring Akademik

Sementara itu, Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, menjelaskan bahwa gala dinner pembuka sengaja dirancang untuk mempererat hubungan antardelegasi sebelum memasuki agenda ilmiah yang lebih intensif.

Iklan

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepercayaan dan memperkuat jejaring kerja sama akademik lintas negara.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan penukaran cendera mata antara perwakilan institusi serta penampilan seni budaya etnik yang dibawakan mahasiswa FKKH Undana.

Dorong NTT sebagai Lumbung Ternak Nasional

Penunjukan Undana sebagai tuan rumah AJIVE ke-10 dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran akademisi untuk mendukung pembangunan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai salah satu daerah yang menjadikan peternakan sebagai sektor unggulan ekonomi, NTT membutuhkan dukungan inovasi dan teknologi dalam upaya pencegahan penyakit hewan, peningkatan produktivitas ternak, serta penguatan keamanan pangan asal hewan.