Teknologi ini memungkinkan tindakan yang lebih presisi dengan risiko invasif yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, para mahasiswa juga didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin banyak digunakan dalam praktik medis, mulai dari analisis data kesehatan hingga membantu proses diagnosis.

Laksni, mahasiswa kedokteran angkatan 2024, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan para narasumber.

Iklan

“Materi Gamma Knife membuka mata kami tentang masa depan kedokteran yang minim invasi,” ujarnya.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai peluang karier di berbagai bidang spesialisasi sekaligus perkembangan teknologi yang akan membentuk wajah pelayanan kesehatan masa depan.

FKKH Undana berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas calon dokter muda NTT agar tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki literasi teknologi yang memadai untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil Nusa Tenggara Timur.

Dengan akses terhadap teknologi medis modern dan peluang beasiswa spesialis yang semakin terbuka, kesenjangan kompetensi tenaga kesehatan antara daerah dan pusat diharapkan dapat terus diperkecil demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat NTT. (*/rnc)