Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) sepakat memperkuat sinergi dalam upaya membangun masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan politik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara jajaran pengurus DPW Partai Perindo NTT dengan Ketua Sinode GMIT yang berlangsung di GMIT Center, Rabu (10/6/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru DPW Partai Perindo NTT.
Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, M.Si, menegaskan bahwa gereja memiliki pandangan positif terhadap politik. Menurutnya, pelayanan kepada konstituen pada hakikatnya juga merupakan pelayanan kepada jemaat.
Ia mengatakan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti kemiskinan dan keterbelakangan, membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk partai politik.
“Pilihan politik merupakan hal yang berbeda, tetapi untuk membangun jemaat dan konstituen diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa, dalam kesempatan tersebut memperkenalkan jajaran pengurus baru partai sekaligus menyampaikan komitmen untuk membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat demi kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th, mengungkapkan bahwa Sinode GMIT saat ini memiliki ribuan UMKM binaan. Namun, sebagian besar pelaku usaha tersebut masih menghadapi kendala dalam pengembangan usaha, terutama pada aspek hilirisasi dan peningkatan daya saing produk.
Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi program dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM sehingga mampu berkembang lebih jauh.
“Persoalan utama yang dihadapi adalah hilirisasi. Karena itu diperlukan sinergi program untuk peningkatan UMKM,” kata Samuel Pandie.
Selain sektor ekonomi, Sinode GMIT juga menaruh perhatian terhadap pendidikan politik bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar masyarakat mampu menentukan pilihan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh politik yang memecah belah.
Ia juga menyoroti masih banyaknya tenaga guru honorer yang membutuhkan perhatian bersama. Di samping itu, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa menjadi hal yang sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara besar yang majemuk.
“Bangsa Indonesia membutuhkan persatuan yang kokoh agar dapat terus maju,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sinode GMIT juga menyampaikan harapan agar dapat melakukan audiensi dengan Pembina Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, guna membangun kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan NTT.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson Lawa, menilai perlu adanya formula yang tepat untuk menghidupkan dan meningkatkan daya saing UMKM di daerah.
Menurutnya, banyak produk lokal NTT yang memiliki potensi besar, namun belum mampu menembus pasar nasional maupun internasional karena belum memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Produk kita banyak, tetapi belum bisa go national karena belum berstandar nasional. Perlu dilakukan standarisasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menaikkan kelas UMKM di NTT agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain itu, Partai Perindo juga membuka peluang kerja sama dengan Sinode GMIT melalui program beasiswa kuliah gratis di MNC University Jakarta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany, M.Th, bersama jajaran pengurus lainnya. Dari Perindo, turut hadir Sekretaris DPW Arieston Dappa Bersama pengurus DPW lainnya.
Sinergi antara Sinode GMIT dan Partai Perindo NTT diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mendorong pembangunan ekonomi, pendidikan, serta memperkuat persatuan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan