So’E, RakyatNTT.ID – Di jantung Kota So’E, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berdiri sebuah toko yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat selama lebih dari satu abad.

Toko Mubatar, yang dirintis sejak tahun 1922 oleh seorang perintis visioner bernama Sia Kie Moe, terus bertahan dan berkembang melintasi berbagai zaman.

Bagi masyarakat TTS, Toko Mubatar bukan sekadar tempat berbelanja. Lebih dari itu, usaha yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut menjadi simbol ketekunan, kepercayaan, dan pelayanan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Iklan
andri sianto
Andry Sianto. (Foto: Ist)

Nama “Mubatar” sendiri memiliki makna yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Timor, yakni jagung.

Dalam budaya Timor, jagung melambangkan kehidupan, ketahanan, kerja keras, serta sumber penghidupan keluarga.

Filosofi tersebut menjadi landasan utama yang membuat Toko Mubatar mampu tumbuh bersama masyarakat dan tetap memberikan manfaat hingga saat ini.

Semangat yang diwariskan oleh pendiri Toko Mubatar kemudian dilanjutkan oleh putranya, almarhum Tony Sianto. Di bawah kepemimpinannya, Toko Mubatar semakin berkembang dan dikenal luas sebagai tempat yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang terpercaya.

Memasuki era modern, tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Andry Sianto. Dengan semangat baru dan visi yang lebih modern, ia terus membawa Toko Mubatar berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi usaha keluarga tersebut sejak pertama kali berdiri.

“Sebagaimana filosofi jagung yang tetap hidup di berbagai zaman, Toko Mubatar terus berdiri kokoh, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan masa depan masyarakat Timor,” ujar Andry Sianto saat ditemui awak media belum lama ini.

Menurut Andry, perjalanan panjang Toko Mubatar merupakan bukti bahwa sebuah usaha yang dimulai dari gagasan sederhana dapat bertahan dan berkembang apabila dijalankan dengan kerja keras, konsistensi, dan kepercayaan masyarakat.

sia kie moe
Sia Kie Moe, perintis Toko Mubatar

Keberadaan Toko Mubatar juga memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia usaha di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bahkan, kisah perjalanan usaha keluarga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun bisnis dari nol dengan semangat pantang menyerah.

Bermula dari sebuah toko induk yang berlokasi di Jalan Timor Raya Kilometer 0, kawasan Pasar Lama Kota So’E, usaha yang dirintis oleh almarhum Sia Kie Moe kini telah berkembang menjadi sejumlah unit usaha yang tersebar di pusat kota.

Tidak hanya dikenal melalui Toko Utama, nama Mubatar kini hadir melalui berbagai lini usaha, seperti Mubatar Bangunan dan Mubatar Swalayan. Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa warisan usaha yang dibangun lebih dari seabad lalu terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih dari sekadar bisnis keluarga, Toko Mubatar telah menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Timor Tengah Selatan. Sebuah kisah tentang ketekunan, kepercayaan, dan warisan nilai yang terus hidup selama lebih dari 100 tahun. (rnc04)