Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., secara resmi melepas kontingen mahasiswa Undana yang akan berlaga pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat internasional di Sarawak, Malaysia.
Prosesi pelepasan berlangsung pada Rabu (17/6/2026), usai peresmian layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Undana, Naikoten, Kota Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jefri Bale memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas terbaik di panggung internasional.
Menurutnya, keikutsertaan delegasi Undana pada ajang bergengsi tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa generasi muda dari Indonesia Timur mampu bersaing di tingkat global.
Rektor Undana: Tunjukkan Kualitas Terbaik di Panggung Dunia
Rektor Undana menegaskan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi internasional. Ajang Pesparawi Internasional di Sarawak menjadi ruang pembuktian bahwa talenta dan kualitas mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur sejajar dengan peserta dari berbagai negara.
“Silakan tunjukkan kualitas terbaik kalian. Tunjukkan bahwa generasi muda yang datang dari timur selatan Indonesia tidak kalah dengan daerah lain dalam ajang internasional ini. Kalau bisa meraih juara, itu tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Prof. Jefri Bale.
Menurutnya, capaian prestasi di tingkat internasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Nusa Cendana, tetapi juga bagi masyarakat NTT dan Indonesia secara keseluruhan.
Johni Asadoma Optimistis Talenta Seni Suara NTT jadi Kekuatan Utama
Dukungan terhadap kontingen Undana juga datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. Dr. Johni Asadoma, S.H., M.Hum., yang juga merupakan alumni Undana, menilai kompetisi tersebut sebagai wadah strategis bagi mahasiswa untuk menguji kapasitas diri di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Johni Asadoma optimistis budaya masyarakat NTT yang memiliki bakat alamiah di bidang seni suara akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kontingen Undana di Sarawak.
Tradisi bermusik yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Flobamora diyakini menjadi modal besar untuk bersaing dan meraih prestasi terbaik di ajang internasional tersebut.
Pesparawi Internasional jadi Sarana Diplomasi Budaya
Lebih dari sekadar kompetisi seni, keikutsertaan mahasiswa Undana dalam Pesparawi Internasional juga membawa misi strategis berupa diplomasi budaya Indonesia melalui seni suara.
Melalui harmoni paduan suara, para mahasiswa tidak hanya berupaya membawa pulang gelar juara, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional, termasuk lagu-lagu daerah dan keberagaman identitas budaya bangsa.
Di era globalisasi, seni dan budaya menjadi instrumen penting dalam memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Kehadiran delegasi mahasiswa Undana di Sarawak menjadi bagian dari diplomasi budaya yang digerakkan oleh generasi muda NTT.
Dorong Prestasi Internasional dan Penguatan IKU Undana
Bagi Universitas Nusa Cendana, partisipasi dalam ajang internasional ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek prestasi mahasiswa di tingkat global.
Keberhasilan kontingen Undana di Sarawak nantinya diharapkan semakin mempertegas posisi Kampus Hijau Penfui sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, kompetitif, serta adaptif terhadap dinamika dunia internasional.
Dengan semangat dan optimisme yang tinggi, kontingen Pesparawi Universitas Nusa Cendana kini bersiap membawa nama NTT dan Indonesia menuju panggung dunia, sekaligus membuktikan bahwa talenta dari timur Indonesia mampu bersinar di kancah internasional. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan