Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kegiatan edukatif tersebut ditutup dengan pembuatan “Pohon Harapan” sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai positif, serta penyerahan bantuan buku guna mendukung peningkatan literasi siswa.
Sementara itu, di SMAS Kejora Riung, mahasiswa memberikan pembekalan kepada para pemilih pemula mengenai pentingnya partisipasi politik dalam kehidupan demokrasi.
Salah satu peserta KKBM, Rachel Alicia Wattimena, menjelaskan bahwa edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan generasi muda agar mereka tidak apatis terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
FGD Bahas Peran Lembaga Adat di Tengah Perkembangan Zaman
Selain kegiatan pendidikan, Prodi Ilmu Politik Undana juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Camat Riung. Forum ini menghadirkan unsur pemerintah kecamatan dan perwakilan dari 29 lembaga adat yang ada di wilayah tersebut.
Diskusi berfokus pada upaya mempertahankan relevansi nilai-nilai budaya lokal dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Mahasiswi Ilmu Politik Undana, Novari Dalita Hans Reke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan para pemangku adat dalam menjaga keberlanjutan kearifan lokal.
“FGD ini bertujuan mendalami bagaimana kearifan lokal tetap menjadi pilar utama dalam tatanan sosial di Riung. Kita harus memastikan nilai-nilai tradisional tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan zaman modern,” ujarnya.
Wujud Nyata Program Undana Berdampak
Pelaksanaan KKBM di Riung merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya sukses digelar di Pulau Semau. Melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Prodi Ilmu Politik Undana berupaya mewujudkan semangat “Undana Berdampak”.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan