Mexico City, RakyatNTT.ID – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan upacara pembukaan Piala Dunia 2026 akan berlangsung aman, damai, dan kondusif meski terdapat potensi aksi demonstrasi dari serikat guru nasional, Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE).

Pernyataan tersebut disampaikan Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya di Istana Nasional, Mexico City, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah Meksiko telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut tanpa menggunakan pendekatan represif terhadap para demonstran.

Iklan

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama oleh tiga negara, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Meksiko sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi 13 pertandingan yang akan berlangsung di tiga kota, yaitu Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.

Namun menjelang pelaksanaan turnamen, pemerintah Meksiko dihadapkan pada potensi aksi unjuk rasa yang lebih besar dari CNTE, salah satu organisasi guru terbesar di negara tersebut.

Claudia Sheinbaum Sebut Ada Upaya Provokasi

Dalam keterangannya, Claudia Sheinbaum mengungkapkan adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan situasi untuk menciptakan citra negatif terhadap pemerintah Meksiko di mata dunia internasional.

Menurut mantan Wali Kota Mexico City tersebut, kelompok yang berusaha memancing konflik belum tentu berasal dari kalangan guru yang saat ini tengah menyampaikan aspirasi mereka.

“Ada kelompok-kelompok yang ingin memprovokasi kami, dan mereka belum tentu para guru. Yang mereka inginkan adalah represi,” kata Sheinbaum.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan merespons aksi demonstrasi dengan tindakan keras aparat keamanan.

Pemerintah Prioritaskan Kelancaran Piala Dunia 2026

Sheinbaum menekankan bahwa pemerintah federal akan bekerja maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian pembukaan Piala Dunia berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi peserta maupun jutaan pendukung yang akan datang dari berbagai negara.

“Kami juga akan memastikan upacara pembukaan Piala Dunia berlangsung dengan lancar, damai, dan tenang,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Meksiko untuk menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap hak masyarakat untuk berdemonstrasi dan kebutuhan menjamin keamanan penyelenggaraan ajang olahraga paling bergengsi di dunia.

Serikat Guru Tuntut Kenaikan Gaji

Ancaman demonstrasi muncul setelah CNTE memperingatkan kemungkinan menggelar aksi yang lebih besar apabila pemerintah belum memenuhi sejumlah tuntutan mereka.

Serikat guru tersebut meminta kenaikan gaji, perbaikan kondisi kerja, serta perubahan sejumlah kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak kepada para tenaga pendidik.

Hingga saat ini, proses dialog antara pemerintah dan perwakilan guru masih terus berlangsung.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius karena Meksiko akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia selama gelaran Piala Dunia 2026. Jutaan penggemar sepak bola diperkirakan memadati kawasan Amerika Utara selama turnamen berlangsung, sehingga stabilitas keamanan menjadi faktor penting bagi suksesnya penyelenggaraan.

Meksiko Cetak Sejarah di Piala Dunia

Selain menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko juga akan mencatat sejarah sebagai negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah turnamen paling bergengsi tersebut.

Sebelumnya, negara Amerika Latin itu pernah sukses menyelenggarakan Piala Dunia pada tahun 1970 dan 1986.

Dengan pengalaman panjang tersebut, pemerintah Meksiko optimistis mampu menggelar Piala Dunia 2026 dengan aman dan sukses, sekaligus memperkuat posisi negara itu sebagai salah satu pusat sepak bola dunia. (*/rnc)