Jakarta, RakyatNTT.ID – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, perhatian publik sepak bola dunia kembali tertuju pada sosok Michael Bruno, seorang paranormal asal Brasil yang mengklaim memiliki rekam jejak cukup akurat dalam memprediksi juara turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Nama Bruno kembali menjadi perbincangan setelah ia secara terbuka menyebut Portugal sebagai calon juara Piala Dunia 2026. Prediksi itu menarik perhatian karena sebelumnya ia berhasil menebak tiga juara dunia secara tepat dalam empat edisi terakhir.

Jauh sebelum Piala Dunia 2010 digelar di Afrika Selatan, Michael Bruno telah memprediksi bahwa Spanyol akan meraih gelar juara dunia pertamanya. Ramalan tersebut terbukti ketika Spanyol mengalahkan Belanda di final melalui gol Andres Iniesta pada babak perpanjangan waktu.

Iklan

Empat tahun berselang, Bruno kembali membuat prediksi yang tepat dengan menjagokan Jerman sebagai juara Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil.

Keakuratan prediksinya berlanjut pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, ia memilih Prancis sebagai kandidat terkuat dan Les Bleus akhirnya berhasil mengangkat trofi setelah mengalahkan Kroasia di partai final.

Yakin Portugal Angkat Trofi

Catatan impresif tersebut sempat terhenti pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Bruno memprediksi Prancis akan mempertahankan gelarnya, namun Les Bleus harus mengakui keunggulan Argentina melalui adu penalti pada laga final.

Meski demikian, Bruno tetap percaya diri dengan prediksinya untuk Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam wawancaranya dengan media Brasil, Globo Esporte, ia mengaku telah menentukan pilihannya sejak beberapa tahun lalu.

“Sejak 2022, saya sudah mengumumkan siapa tim juara berikutnya. Sejak saat itu, saya terus mengatakan bahwa Portugal akan menjadi juara dunia,” ujarnya.

Menurut Bruno, terdapat enam negara yang memiliki peluang besar menjadi juara dunia, yakni Portugal, Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina, dan Brasil. Namun dari seluruh kandidat tersebut, ia meyakini Portugal akan keluar sebagai pemenang dan meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.

Jika prediksi itu menjadi kenyataan, maka Portugal akan mencatatkan sejarah baru sekaligus mewujudkan impian panjang para pendukungnya di panggung sepak bola dunia.

Kabar Baik untuk Cristiano Ronaldo

Prediksi Michael Bruno tentu menjadi kabar menggembirakan bagi Cristiano Ronaldo yang masih dipercaya masuk skuad Portugal meski telah berusia 41 tahun.

Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi turnamen internasional besar terakhir bagi sang megabintang yang selama lebih dari dua dekade menjadi ikon sepak bola Portugal.

Selain Ronaldo, skuad Portugal juga diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Bruno Fernandes, Ruben Neves, Pedro Neto, Rafael Leao, dan beberapa pemain muda yang tengah bersinar di kompetisi Eropa.

Pelatih Roberto Martinez telah mengumumkan daftar final 26 pemain yang akan dibawa ke Amerika Utara untuk menghadapi turnamen tersebut.

Argentina dan Brasil Diragukan

Selain memprediksi Portugal sebagai juara, Bruno juga memberikan pandangannya terhadap beberapa tim unggulan lainnya.

Menurutnya, Argentina yang berstatus juara bertahan diperkirakan tidak akan mampu melangkah lebih jauh dari babak perempat final. Sementara Brasil diprediksi gagal mencapai semifinal.

Ia menilai kondisi fisik Neymar menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi performa Selecao di turnamen nanti.

“Saya tidak berpikir Neymar benar-benar siap 100 persen untuk bermain di Piala Dunia ini. Dan jika dia bermain, sekali lagi tim nasional akan tersingkir sebelum semifinal karena permainan tim akan kembali berpusat kepadanya, mengulangi kesalahan taktik yang terjadi pada 2022,” kata Bruno.

Meski prediksi tersebut masih sebatas ramalan, rekam jejak Michael Bruno dalam menebak juara Piala Dunia membuat pernyataannya kembali menjadi sorotan menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Kini, publik sepak bola dunia menanti apakah Portugal benar-benar mampu mengangkat trofi dan mengantar Cristiano Ronaldo menutup karier internasionalnya dengan gelar paling bergengsi yang belum pernah ia raih. (*/rnc)