Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menghadapi tim-tim dari Eropa dan berbagai negara lain, Adeo mengakui tantangan terbesar datang dari keunggulan fisik para pemain lawan.
“Tantangan paling terasa adalah saat kami harus berhadapan dengan pemain-pemain Eropa yang memiliki postur tubuh tinggi, berat badan ideal, dan massa otot yang besar. Namun, tim Indonesia mampu memanfaatkan keunggulan dalam hal kecepatan untuk mengecoh dan melewati pertahanan lawan,” ujar Adeo.
Menurutnya, kecepatan dan kerja sama tim menjadi modal penting yang membuat wakil Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim kuat dunia.
Lalui Seleksi Ketat Selama Sembilan Bulan
Prestasi internasional tersebut tidak diraih secara instan. Adeo mengungkapkan bahwa proses menuju Mundiavocat 2026 dimulai sejak September 2025 setelah dirinya mendapatkan rekomendasi dari seorang pengacara senior asal NTT.
Ia kemudian mengikuti serangkaian seleksi ketat di Jakarta bersama para talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah masuk dalam daftar final 13 pemain pada Januari 2026, Adeo menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) intensif selama satu bulan untuk mematangkan kondisi fisik dan strategi tim sebelum bertolak ke Spanyol.
Kebanggaan bagi Undana dan Indonesia Timur
Prestasi Petrus Yohanes Adeo Nahak mendapat apresiasi dari keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana. Dukungan dari pimpinan fakultas, para dosen, dan sesama mahasiswa disebut menjadi salah satu motivasi penting selama dirinya menjalani kompetisi di Spanyol.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan