Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kalau ada penambahan 6.877 titik dan masing-masing mendapat Rp6 juta per hari, maka pengeluaran tambahan mencapai lebih dari Rp1 triliun per bulan. Dalam setahun bisa mencapai Rp12 triliun. Ini yang harus ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan,” ujarnya.
Wilayah 3T Juga Alami Lonjakan Jumlah Dapur MBG
Pembengkakan jumlah SPPG juga terjadi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari target awal sekitar 2.000 titik, jumlahnya kini melonjak menjadi 8.617 titik.
Zulhas mengungkapkan, sebanyak 6.138 titik di antaranya bahkan telah memiliki surat keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional.
“Wilayah 3T yang semula diproyeksikan sekitar 2.000 titik, sekarang sudah mencapai 8.617 titik. Sebanyak 6.138 titik di antaranya telah memiliki SK dari BGN,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah bersama Badan Gizi Nasional dan kementerian/lembaga terkait akan melakukan evaluasi serta penataan ulang program MBG agar pelaksanaannya lebih efisien dan tepat sasaran.
Pemerintah menargetkan proses penataan ulang tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan.
Pemerintah Buka Opsi Menutup Dapur MBG yang Berlebih
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut penataan ulang akan dilakukan dengan menginventarisasi seluruh kondisi SPPG yang telah beroperasi.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan