Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang pekan perdagangan 15–19 Juni 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 2,82 persen ke level 6.177,139 dari posisi pekan sebelumnya di level 6.007,656.

Penguatan indeks tersebut turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp10.788 triliun. Angka itu meningkat sekitar Rp264 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp10.524 triliun.

Selama empat hari perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.073,724 hingga 6.377,190. Pada awal pekan, indeks sempat mencapai level tertinggi 6.254,966 sebelum mengalami koreksi terbatas dan akhirnya ditutup di atas level 6.100.

Iklan

Aktivitas Perdagangan Melambat

Di tengah penguatan pasar, aktivitas perdagangan saham justru mengalami perlambatan. Rata-rata volume transaksi harian turun 5,83 persen menjadi 34,03 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 36,14 miliar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi harian merosot 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi.

Secara keseluruhan, nilai transaksi pasar saham selama empat hari perdagangan mencapai Rp99,22 triliun dengan volume transaksi sebanyak 136,12 miliar saham dan frekuensi perdagangan mencapai 8,99 juta kali.

Tekanan Jual Asing Mulai Berkurang

Tekanan dari investor asing mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Sepanjang pekan, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp904,07 miliar atau sekitar 50,17 juta dolar AS.

Meski demikian, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell mencapai Rp5,98 triliun.

Di sisi lain, investor domestik masih menjadi penopang utama pasar modal Indonesia. Nilai pembelian investor domestik mencapai Rp54,58 triliun, lebih tinggi dibandingkan nilai penjualannya sebesar Rp53,67 triliun.

Mayoritas Saham Berada di Zona Hijau

Penguatan IHSG turut tercermin dari pergerakan mayoritas saham di Bursa. Sebanyak 398 saham atau sekitar 42 persen dari total saham yang diperdagangkan mencatat kenaikan lebih dari dua persen. Sementara itu, hanya 184 saham yang mengalami penurunan lebih dari dua persen.

Dari sisi sektoral, indeks Basic Materials menjadi sektor dengan penguatan tertinggi setelah naik 7,22 persen dalam sepekan.

Kinerja positif juga dicatat sektor Consumer Cyclicals yang menguat 4,35 persen, Consumer Non-Cyclicals sebesar 4,10 persen, serta sektor Financials yang naik 3,09 persen.

Sebaliknya, sektor Properties & Real Estate menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 2,07 persen. Sektor Technology juga mengalami penurunan sebesar 0,32 persen.

Indeks Utama BEI Kompak Menguat

Selain IHSG, sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia juga mencatatkan penguatan sepanjang pekan.

Indeks LQ45 naik 2,00 persen, indeks IDX80 menguat 2,25 persen, sedangkan indeks saham syariah ISSI meningkat 3,26 persen dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,61 persen.

Kinerja positif tersebut menunjukkan optimisme pasar yang mulai membaik, ditopang oleh kuatnya peran investor domestik serta berkurangnya tekanan jual dari investor asing. (*/rnc)