Menurutnya, seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen sepanjang tahun buku 2025.

Sementara pada kuartal pertama 2026, emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data BEI juga menunjukkan bahwa sekitar 80 persen perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I-2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Iklan

Jeffrey menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kondisi fundamental emiten Indonesia masih sangat baik, meskipun pasar saat ini tengah menghadapi tekanan akibat sentimen eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah. (*/rnc)