Namun penguatan TPIA belum mampu menahan tekanan yang terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.

Saham Bank Jumbo jadi Pemberat Utama

Setelah beberapa hari terakhir saham konglomerasi mengalami tekanan hebat, giliran saham perbankan besar yang menjadi sasaran aksi jual investor.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar terhadap pelemahan IHSG dengan bobot negatif mencapai 28,1 poin. Saham BBCA tercatat merosot 5,53 persen ke level 5.125.

Tekanan juga terjadi pada saham bank-bank besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang pelemahan sebesar 9,41 poin, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 7,82 poin dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 4,53 poin.

Berdasarkan data pasar, sektor utilitas dan sektor keuangan menjadi dua sektor dengan penurunan terdalam pada perdagangan sesi pertama. Sebaliknya, sektor properti dan bahan baku masih mampu bertahan di zona hijau.

Rupiah Cetak Rekor Terendah Baru

Pelemahan IHSG kali ini terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah dibuka melemah 0,17 persen ke level Rp18.050 per dolar AS. Pelemahan tersebut melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya ketika rupiah ditutup di level Rp18.020 per dolar AS, yang saat itu juga menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.