So’E, RakyatNTT.ID – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-10 Klinik Krisna sekaligus menyongsong Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026, IBI Cabang Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Klinik Krisna menggelar bakti sosial bagi ibu hamil di Kota Soe.

Kegiatan yang berlangsung di Klinik Krisna, Kelurahan Oekefan, Kecamatan Kota SoE, Rabu (10/6/2026), mendapat antusiasme tinggi dari para ibu hamil yang hadir bersama pendamping mereka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS bersama jajaran, pengurus IBI Cabang TTS, pemilik Klinik Krisna, perwakilan Kelurahan Oekefan, PT Kalbe Kupang, serta puluhan ibu hamil.

Iklan

Berbagai pelayanan kesehatan diberikan secara gratis kepada para peserta. Mulai dari pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC), USG bagi ibu hamil, pemeriksaan HPV-DNA untuk skrining kanker serviks, hingga skrining penyakit menular dan tidak menular.

Selain itu, dilakukan pula skrining kesehatan jiwa, malaria, serta pemeriksaan tetanus toksoid guna memastikan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Kepala Klinik Krisna, Elis Pah, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan yang telah dijalani selama satu dekade.

Menurutnya, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk pelayanan kasih sekaligus ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 10 tahun Klinik Krisna melayani masyarakat.

“Dalam rangka HUT IBI dan kami mensyukuri berkat Tuhan dalam 10 tahun pelayanan di Klinik Krisna, sehingga untuk pelayanan kasih kami berbagi dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Klinik Krisna,” ujarnya.

Elis mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelayanan yang diberikan. Namun, pihaknya berkomitmen terus melakukan perbaikan demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang TTS, Rosla Sena, mengatakan perjalanan panjang IBI selama 75 tahun telah meninggalkan jejak pengabdian yang besar bagi kesehatan ibu dan bayi di Indonesia, termasuk di Kabupaten TTS.

Ia mengungkapkan saat ini jumlah bidan di Kabupaten TTS mencapai 742 orang. Kondisi tersebut jauh berbeda dibanding masa lalu ketika masyarakat masih kesulitan mendapatkan tenaga bidan.

“Usia IBI yang cukup panjang tidak gampang untuk melayani bapak mama di sini. Kami bidan di TTS sebanyak 742 orang, dulu cari bidan susah, sekarang gampang. Kami berkomitmen menjadi garda terdepan,” jelasnya.

Rosla juga mengakui masih ada pelayanan yang mungkin belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Karena itu, pihaknya membuka diri terhadap berbagai masukan demi peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami tidak pungkiri kalau masih banyak pelayanan kami yang kurang berkenan. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan siap menerima masukan dari bapak mama sekalian,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. RA Karolina Tahun.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dengan jumlah bidan yang cukup besar di Kabupaten TTS, berbagai persoalan kesehatan ibu dan persalinan seharusnya dapat semakin ditekan.

Ia berharap usia IBI yang semakin matang serta pengalaman pelayanan yang dimiliki Klinik Krisna dapat melahirkan lebih banyak program kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

“Semoga dengan usia yang semakin panjang tersebut, IBI dan juga Klinik Krisna dapat menyelenggarakan kegiatan bermutu lainnya untuk memperluas cakupan kesehatan bagi ibu hamil dan anak serta mendukung upaya pemberantasan stunting,” katanya.

Tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis, para ibu hamil yang mengikuti kegiatan tersebut juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya senam ibu hamil dan pembagian doorprize yang membuat para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Melalui bakti sosial tersebut, IBI Cabang TTS dan Klinik Krisna berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin semakin meningkat, sehingga kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat terus terjaga serta mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut. (rnc26)