Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk tingkat SD/MI di NTT menunjukkan bahwa tingkat literasi dan numerasi di masih berada pada kategori rendah secara nasional.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, rata-rata hasil TKA NTT masih jauh berada di bawah rata-rata nasional. Khusus untuk NTT, nilai rata-rata untuk pelajaran Matematika adalah 36,01 sedangkan Bahasa Indonesia adalah 49,77.
Di NTT sendiri, Kota Kupang menduduki peringkat pertama dengan rata-rata nilai Matematika 42,62 dan Bahasa Indonesia 62,02 atau di atas rata-rata TKA NTT.
Hasil TKA jadi Bahan Refleksi
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengatakan hasil TKA menjadi bahan refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT.
“Kalau kita bercermin pada parameter nasional untuk mengukur literasi dan numerasi, hasil terakhir ini menjadi bahan refleksi bagi penyelenggaraan pendidikan di NTT, khususnya di Kota Kupang,” kata Okto, Senin (8/6/2026).

Partisipasi Tinggi, Hasil Masih jadi Tantangan
Meski mencatat tingkat partisipasi hampir 100 persen pada jenjang SD dan SMP, capaian akademik siswa di NTT secara nasional masih berada di kelompok terbawah.
Berdasarkan hasil TKA 2026, NTT menempati sekitar peringkat ke-34 nasional untuk mata pelajaran matematika dan peringkat ke-36 untuk bahasa Indonesia.
Di Kota Kupang, hasil asesmen menunjukkan capaian yang relatif lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi.
Untuk jenjang SD, rata-rata nilai matematika mencapai 42,62, sedikit di bawah rata-rata nasional yang berada pada angka 43,41. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibanding rata-rata NTT sebesar 36,01.
Sementara itu, nilai bahasa Indonesia jenjang SD mencapai 62,02, melampaui rata-rata nasional 60,14 dan jauh lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi yang hanya mencapai 49,77.
“Hasil ini menunjukkan bahwa Kota Kupang memang berada di atas rata-rata provinsi, tetapi masih perlu kerja keras untuk mencapai bahkan melampaui rata-rata nasional,” jelasnya.
Sejumlah Siswa Raih Nilai Sempurna
Di tengah tantangan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Kupang mencatat adanya capaian positif. Beberapa siswa SD berhasil memperoleh nilai sempurna 100 pada asesmen TKA.
Menurut Okto, capaian tersebut menunjukkan bahwa Kota Kupang memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat baik dan perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang tepat.
“Kita memiliki siswa-siswa yang mampu mencapai hasil maksimal. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan jika didukung strategi pembelajaran yang tepat,” ujarnya.
Metode Pembelajaran jadi Sorotan
Hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kota Kupang mengidentifikasi dua faktor utama yang memengaruhi rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa.
Faktor pertama adalah metode pembelajaran yang masih berfokus pada kemampuan dasar seperti menghafal dan memahami konsep sederhana atau level C1 hingga C3.
Sementara itu, soal-soal dalam TKA nasional lebih banyak mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah pada level C4 hingga C6.
“Terjadi ketidaksinkronan antara proses pembelajaran di kelas dengan bentuk soal asesmen yang dihadapi siswa,” ungkap Okto.
Faktor kedua adalah minimnya pengalaman siswa dalam menghadapi soal dengan tingkat kompleksitas tinggi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mendalam.
Kota Kupang Siapkan Berbagai Intervensi
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Kupang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan capaian akademik siswa pada tahun mendatang.
Program yang akan dijalankan antara lain peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran berbasis analisis dan pemecahan masalah, serta perubahan sistem evaluasi di sekolah agar lebih banyak menggunakan soal-soal berpikir kritis.
Selain itu, siswa kelas akhir SD dan SMP akan mendapatkan program latihan intensif atau drill sejak awal tahun ajaran baru.
Dinas Pendidikan juga berencana menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah guna menandatangani komitmen peningkatan capaian akademik.
“Setiap sekolah akan diminta meningkatkan capaian minimal satu digit dari tahun sebelumnya. Ini akan menjadi indikator kinerja kepala sekolah,” tegas Okto.
Pengawas sekolah juga akan dilibatkan secara aktif dalam proses monitoring dan evaluasi berkala, termasuk pelaksanaan try out untuk mengukur perkembangan kemampuan siswa sebelum mengikuti asesmen nasional.
Optimistis Hasil akan Meningkat
Dinas Pendidikan Kota Kupang optimistis berbagai langkah perbaikan yang disiapkan dapat meningkatkan capaian literasi dan numerasi siswa pada tahun mendatang.
Dengan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah daerah, kualitas pendidikan di Kota Kupang diharapkan terus mengalami peningkatan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kalau strategi ini dijalankan secara serius dan berkelanjutan, kami yakin hasil tahun depan akan lebih baik,” pungkas Okto.
Hasil TKA 2025/2026 Tingkat SD/MI di NTT dari Tertinggi ke Terendah:
1. Kota Kupang
Bahasa Indonesia: 62,02
Matematika: 42,62
Rata-rata: 52,32
2. Kab. Nagekeo
Bahasa Indonesia: 59,41
Matematika: 38,32
Rata-rata: 48,86
3. Kab. Lembata
Bahasa Indonesia: 56,08
Matematika: 37,51
Rata-rata: 46,79
4. Kab. Flotim
Bahasa Indonesia: 55,81
Matematika: 37,50
Rata-rata: 46,65
5. Kab. Ngada
Bahasa Indonesia: 54,59
Matematika: 38,27
Rata-rata: 46,43
6. Kab. Ende
Bahasa Indonesia: 54,92
Matematika: 37,84
Rata-rata: 46,38
7. Kab. Sikka
Bahasa Indonesia: 53,99
Matematika: 36,97
Rata-rata: 45,48
8. Kab. Rote Ndao
Bahasa Indonesia: 52,57
Matematika: 37,69
Rata-rata: 45,13
9. Kab. Manggarai Barat
Bahasa Indonesia: 51,77
Matematika: 36,76
Rata-rata: 44,26
10. Kab. Manggarai
Bahasa Indonesia: 51,02
Matematika: 35,96
Rata-rata: 43,49
11. Kab. Belu
Bahasa Indonesia: 49,86
Matematika: 35,88
Rata-rata: 42,87
12. Kab. Manggarai Timur
Bahasa Indonesia: 49,14
Matematika: 35,24
Rata-rata: 42,19
13. Kab. Sumba Timur
Bahasa Indonesia: 47,12
Matematika: 35,42
Rata-rata: 41,27
14. Kab. Sabu Raijua
Bahasa Indonesia: 46,64
Matematika: 35,38
Rata-rata: 41,01
15. Kab. Kupang
Bahasa Indonesia: 47,12
Matematika: 34,43
Rata-rata: 40,77
16. Kab. TTU
Bahasa Indonesia: 46,74
Matematika: 34,78
Rata-rata: 40,76
17. Kab. Alor
Bahasa Indonesia: 46,51
Matematika: 35,00
Rata-rata: 40,75
18. Kab. Sumba Barat
Bahasa Indonesia: 46,94
Matematika: 34,32
Rata-rata: 40,63
19. Kab. Sumba Tengah
Bahasa Indonesia: 44,68
Matematika: 33,64
Rata-rata: 39,16
20. Kab. Malaka
Bahasa Indonesia: 42,41
Matematika: 33,71
Rata-rata: 38,06
21. Kab. TTS
Bahasa Indonesia: 41,97
Matematika: 33,22
Rata-rata: 37,59
22. Kab. SBD
Bahasa Indonesia: 40,47
Matematika: 33,03
Rata-rata: 36,75
Sumber: Kemendikdasmen
(rnc04)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan