Menurutnya, pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat untuk melahirkan generasi yang unggul dan mandiri.

“Apa yang dilakukan SMA Negeri 5 ini harus menjadi model bagi sekolah-sekolah lain. Pendidikan bukan hanya tugas sekolah selama enam sampai delapan jam setiap hari. Pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membentuk anak-anak yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, dan mandiri secara kewirausahaan,” tegasnya.

Bahkan, Gubernur menilai pola pembinaan yang diterapkan sekolah telah menyerupai sistem pendidikan berasrama.

Iklan

“Jujur, saya melihat sistem pendidikan di SMA Negeri 5 Kupang ini sudah menyerupai pendidikan di asrama. Pola pendampingannya terasa kuat, kedisiplinan dan kebersamaannya juga sangat terasa. Ini modal besar untuk membangun generasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Luncurkan Produk Keripik Pisang Melalui Program OSOP

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo, menyampaikan bahwa berbagai prestasi yang diraih sekolah merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar sekolah.

Menurutnya, Dies Natalis ke-35 menjadi momentum penting dengan peluncuran produk unggulan berupa keripik pisang yang diproduksi dan dipasarkan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan melalui program OSOP.