PIALA Dunia 2026 bahkan belum dimulai, namun FIFA sudah lebih dulu membuat gebrakan besar. Kali ini perubahan bukan terjadi pada aturan permainan di atas lapangan, melainkan pada format seremoni sebelum pertandingan dimulai.

Selama puluhan tahun, para penggemar sepak bola dunia sudah akrab dengan prosesi pemain berjalan keluar dari terowongan stadion, berbaris di lapangan, lalu menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara sebelum kick-off. Tradisi tersebut menjadi bagian ikonik dari setiap pertandingan internasional bergengsi.

Namun untuk Piala Dunia 2026, FIFA memutuskan menghadirkan pengalaman baru yang diklaim akan semakin mendekatkan pemain dengan para penggemar di stadion.

Iklan

Turnamen sepak bola terbesar dunia itu akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026. Laga pembuka dijadwalkan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

FIFA Perkenalkan Konsep Upacara 360 Derajat

FIFA mengumumkan bahwa seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 akan menggunakan konsep seremoni pra-pertandingan baru yang diberi nama “360 derajat”.

Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih imersif bagi penonton di stadion dengan melibatkan seluruh sisi arena pertandingan.

Menurut FIFA, inovasi ini bertujuan memperkuat hubungan emosional antara pemain dan penggemar sekaligus meningkatkan suasana menjelang pertandingan dimulai.

Dalam konsep baru tersebut, stadion akan diubah menjadi panggung bersama dengan berbagai elemen visual yang dirancang khusus untuk menciptakan atmosfer lebih meriah dan spektakuler.

Pemain Tidak Lagi Berbaris saat Lagu Kebangsaan

Perubahan paling mencolok terlihat saat lagu kebangsaan dimainkan.

Jika pada edisi-edisi sebelumnya para pemain berdiri berjajar di lapangan, kini seluruh anggota skuad pertandingan akan berkumpul di sekitar lingkaran tengah lapangan.

FIFA menilai format ini akan memberikan pengalaman visual yang lebih menarik bagi seluruh penonton, di mana setiap sudut stadion akan memiliki perspektif berbeda terhadap seremoni yang berlangsung.

Selain itu, dua spanduk bendera negara berukuran raksasa akan ditempatkan di sisi lapangan yang berlawanan. Berbagai elemen visual tambahan juga akan dipasang untuk memperkuat nuansa kebanggaan nasional masing-masing tim.

Seluruh Pemain Ikut Terlibat

Dalam format baru ini, bukan hanya sebelas pemain inti yang menjadi pusat perhatian saat lagu kebangsaan dinyanyikan.

FIFA memastikan seluruh pemain yang masuk dalam daftar pertandingan akan ikut ambil bagian dalam momen tersebut.

Langkah ini diambil agar setiap pemain dapat merasakan kebanggaan dan emosi yang sama ketika mewakili negaranya di panggung sepak bola terbesar di dunia.

Para pemain nantinya akan memasuki lapangan melalui lengkungan khusus yang ditempatkan di dekat terowongan stadion. Mereka juga akan didampingi oleh peserta program pembinaan pemain muda yang menjadi bagian dari seremoni resmi turnamen.

Prosesi Pertandingan Tetap Berlanjut seperti Biasa

Meski format lagu kebangsaan mengalami perubahan, FIFA memastikan sejumlah tradisi penting tetap dipertahankan.

Setelah lagu kebangsaan selesai diputar, kedua tim akan melanjutkan prosesi seperti biasa, termasuk berjabat tangan, sesi foto tim, hingga lemparan koin yang dilakukan oleh kapten kedua tim sebelum pertandingan dimulai.

Melalui konsep 360 derajat ini, FIFA berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi, tetapi juga pengalaman stadion yang lebih berkesan bagi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. (*/rnc)