Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain itu, hati juga berperan dalam mengatur metabolisme tubuh dan memproduksi berbagai protein penting, termasuk albumin. Kekurangan albumin dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki hingga penumpukan cairan di rongga perut.
Fungsi lainnya adalah menghasilkan faktor pembekuan darah yang membantu menghentikan perdarahan saat tubuh mengalami luka. Hati juga berperan dalam menjaga sistem imun dengan menangkap serta menghancurkan kuman dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Peradangan jadi Awal Penyakit Hati
Prof David menjelaskan bahwa sebagian besar penyakit hati bermula dari peradangan atau inflamasi yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, perlemakan hati, penyakit autoimun, hingga gangguan metabolik.
Apabila peradangan tidak segera ditangani, hati akan mengalami fibrosis atau pembentukan jaringan parut. Pada tahap ini, kerusakan masih dapat diperbaiki jika penyebabnya segera diatasi.
Namun, jika fibrosis terus berkembang, kondisi tersebut dapat berubah menjadi sirosis, yakni kerusakan hati kronis yang menyebabkan fungsi organ mulai menurun secara signifikan.
“Sirosis ini adalah stadium lanjut di mana komplikasi sudah mulai terjadi,” kata Prof David.
Risiko Kanker Hati Meningkat
Sirosis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai komplikasi serius, termasuk gagal hati dan kanker hati. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kesehatan hati dengan menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan