Kupang, RakyatNTT.ID – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, memberikan catatan kritis terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang menetapkan Satario Pandie sebagai calon tunggal Ketua DPC sekaligus Ketua Dewan Tanfidz definitif PKB Kota Kupang.

Meski menerima keputusan tersebut, politisi yang akrab disapa Walde itu menilai semangat partai kader di tubuh PKB mulai memudar. Menurutnya, keputusan DPP yang menggantikan dirinya dengan sosok yang dinilai sebagai pendatang baru di PKB menjadi sinyal bahwa proses kaderisasi tidak lagi menjadi pertimbangan utama.

Kepada RakyatNTT.ID, Kamis (11/6/2026), Walde mengatakan DPP PKB telah mengumumkan hasil penjaringan nasional yang menetapkan Satario Pandie sebagai calon tunggal Ketua DPC PKB Kota Kupang.

Iklan

Dengan keputusan tersebut, Satario otomatis dipercaya sebagai Ketua Dewan Tanfidz untuk membentuk kepengurusan baru menggantikan dirinya.

“Penjaringan nasional di bawah kendali Gus Halim sudah disampaikan kemarin tepat pukul 11.00 Wita. Saya termasuk salah satu ketua yang digantikan oleh saudara Satario Pandie yang merupakan pendatang baru di Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.

Walde mengungkapkan dirinya telah mengabdi selama 18 tahun sebagai kader PKB dan pernah menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Kota Kupang. Ia mengaku bersyukur karena perjalanan politiknya selama ini dibesarkan melalui PKB.