Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada periode 2003–2008.

Dalam masa kepemimpinannya, Dadan terlibat dalam sejumlah proyek penting, mulai dari penyelesaian izin operasional Botani Square, pembangunan IPB Agrimart, hingga penataan lingkungan Kampus Dramaga.

Tak hanya itu, Dadan juga pernah dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Pertanian Kelautan (STPK) Banau, Halmahera Barat, selama periode 2014–2022.

Iklan

Raih Penghargaan dari Negara

Atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara dan akademisi, Dadan menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan untuk masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun yang diterimanya pada tahun 2007, 2019, dan 2023.

Ia juga memperoleh gelar warga kehormatan dari Kabupaten Halmahera Barat serta Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.

Selain itu, Dadan disebut pernah terlibat dalam pengelolaan rumput lapangan Gelora Bung Karno (GBK) dan menjadi mediator dalam penyelesaian konflik agraria di Pulau Taliabu.

Harta Kekayaan Capai Rp9 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 14 Juni 2025, Dadan memiliki total kekayaan sekitar Rp9 miliar.