Ia menambahkan, pelatihan dan magang silang antar-kabupaten ini bukan sekadar proses pembelajaran musiman, melainkan momentum penting untuk membangun jaringan kerja sama kawasan pertanian modern, berkelanjutan, dan berorientasi pasar (market-oriented).

Sinergi Multisektor demi Kemandirian Pangan NTT

Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen untuk terus memperluas penerapan standarisasi GAP serta memperkuat ekosistem kemandirian pangan daerah. Sektor pangan tidak bisa digerakkan sepihak, melainkan wajib melibatkan akademisi, dunia usaha, hingga mitra pembangunan internasional.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai awal langkah lebih besar membangun NTT yang mandiri pangan, masyarakat lebih sejahtera, serta generasi yang lebih sehat dan bebas stunting,” pungkas Bupati Eduard.

Iklan

Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Flores Timur Ir. Anton Doni, perwakilan Badan Gizi Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDT, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian P2MI, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, serta para akademisi penunjang riset pertanian. (rnc26)