Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Marlis, salah satu peserta muda asal Flores Timur, mengakui besarnya manfaat pelatihan ini. “Kami belajar teknik bertani yang ramah lingkungan hingga manajemen kelompok. Yang paling berkesan, anak muda di sini sudah bisa mengakses lembaga keuangan dengan baik. Ini membuat kami lebih percaya diri untuk memulai usaha tani di kampung halaman,” ungkapnya optimistis.
TTS jadi Barometer Sukses Pasokan Pangan Dapur MBG
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., yang secara resmi menutup kegiatan ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan kementerian terkait yang bersinergi membangun ekosistem agribisnis NTT.
Bupati Eduard memaparkan fakta bahwa TTS kini telah membuktikan keberhasilan praktik pertanian berbasis rantai pasok. Saat ini, sekitar 300 petani yang tergabung dalam 30 kelompok tani di wilayah Soe mampu memasok kebutuhan sayuran segar sebanyak 1,4 hingga 2 ton setiap harinya secara konsisten untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah-sekolah sekitar.
“Ini bukti nyata bahwa jika petani diberi akses, pendampingan, teknologi, serta kepastian pasar, maka sektor pertanian bisa menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat,” tegas Eduard Markus Lioe.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan