“Kebijakan ini kami ambil untuk memudahkan petani agar tidak lagi terbebani dengan proses memipil, menjemur, serta menyiapkan sarana pengeringan secara mandiri. Pemerintah hadir untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Lembata tetap berlandaskan semangat Nelayan, Tani, dan Ternak sebagai fondasi utama penguatan ekonomi masyarakat.

Uskup Larantuka: Krismawan Dipanggil Menjadi Tanda Keselamatan

Pada kesempatan yang sama, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan ucapan selamat kepada para krismawan dan krismawati yang telah menerima Sakramen Krisma.

Iklan

Menurutnya, melalui Sakramen Krisma, karunia Roh Kudus yang diterima sejak baptis diteguhkan kembali sehingga mereka mampu menjadi saksi Kristus dan membawa keselamatan bagi sesama.

“Dalam diri para krismawan dan krismawati kini ada tanda keselamatan. Karena itu mereka dipanggil untuk menjadi tanda keselamatan bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Uskup.

Mgr. Yohanes juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata yang terus membangun sinergi dengan Gereja demi kesejahteraan masyarakat. Ia berharap pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju Motong, dapat terus ditingkatkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.