Ia menjelaskan, selama 15 tahun terakhir Yayasan Vinea Dei berfokus mendampingi umat Katolik di daerah terpencil dengan melibatkan anak-anak muda dari berbagai daerah untuk mendukung pembangunan dan pendidikan bagi umat.

Menurut Albertus, jumlah umat bukan menjadi ukuran utama dalam menentukan bantuan. Yang terpenting adalah kebutuhan serta keberlangsungan kehidupan iman masyarakat setempat.

“Umat yang kecil tidak boleh dilupakan. Mereka tetap harus didampingi dan dipelihara agar kehidupan iman mereka terus bertumbuh,” ujarnya.

Iklan

Ia juga menegaskan komitmen Yayasan Vinea Dei untuk terus mendukung pelayanan umat di wilayah Keuskupan Larantuka, termasuk Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata: Kehadiran Uskup Menjadi Inspirasi Pelayanan hingga Wilayah Pinggiran

Dalam sambutannya, Bupati Lembata Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi kepada Uskup Larantuka, Yayasan Vinea Dei, para imam, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Kapela St. Andreas Motong hingga dapat digunakan oleh umat.

Menurutnya, kehadiran Uskup di wilayah terpencil seperti Motong menjadi teladan nyata bahwa pelayanan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang letak geografis.

“Keberadaan Bapak Uskup di kampung kecil ini menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk terus hadir dan melayani masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pinggiran,” kata Kanisius Tuaq.