Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap kelompok tani penerima bantuan. Produktivitas lahan, perluasan areal tanam, serta hasil produksi per hektare akan dievaluasi secara berkala.
“Jika Alsintan yang diberikan tidak dikelola dengan baik atau dibiarkan telantar, pemerintah membuka peluang untuk mengalihkan pemanfaatannya kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.
Fokus Kembangkan Hortikultura dan Optimalkan Lahan 500 Hektare
Selain bantuan Alsintan, Doni Dihen mengungkapkan bahwa Flores Timur juga akan mendapatkan dukungan sarana produksi lainnya dari pemerintah pusat berupa benih dan pupuk.
Pemerintah daerah juga akan mengembangkan sektor hortikultura melalui budidaya pakcoy, sawi hijau, serta berbagai jenis buah-buahan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan optimalisasi lahan potensial seluas 500 hektare di wilayah Otan untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
Bupati berharap berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mampu menjadi stimulus yang menggerakkan sektor pertanian dan peternakan hingga tingkat desa.
Tani Merdeka Minta Pengelolaan Bantuan Diawasi
Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Bidang Politik, Wilfridus Yons Ebiet, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan operator Alsintan melalui pelatihan teknis agar alat yang diberikan tidak cepat rusak akibat kesalahan penggunaan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan