Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Alor terus memperkuat kualitas demokrasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi sekaligus konsolidasi demokrasi ke Sekretariat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Alor, Kamis (19/6/2026).
Kunjungan yang dipimpin Ketua dan anggota Bawaslu Alor itu disambut Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Alor, Robinson Bukang. Ia mengapresiasi langkah aktif Bawaslu dalam membangun komunikasi dan memperkuat konsolidasi demokrasi bersama partai politik.
Menurut Robinson, konsolidasi demokrasi merupakan langkah konkret antara penyelenggara dan peserta pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan.
“Untuk demokrasi yang sehat dan bermartabat, kami di Partai Perindo akan terus berupaya menjaga dan merawat kualitas demokrasi. Kami juga menolak segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan demokrasi di Kabupaten Alor,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perindo terus melakukan pemberdayaan kepada seluruh kader dan masyarakat agar senantiasa menjaga nilai-nilai demokrasi. Menurutnya, profesionalisme kader dalam setiap tahapan pemilu dan pilkada menjadi kunci untuk melahirkan wakil rakyat yang loyal dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Alor, Orias Langmau, menegaskan sejumlah isu strategis masih menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan demokrasi di daerah. Beberapa di antaranya adalah praktik politik uang, penyebaran hoaks, netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan TNI, penggunaan fasilitas negara, serta isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menurut Orias, praktik politik uang di Kabupaten Alor masih tergolong tinggi berdasarkan sejumlah kasus yang pernah ditangani Bawaslu.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar ke depan praktik politik uang tidak lagi terjadi. Prinsip jujur dan adil harus menjadi dasar kita bersama dalam menjaga demokrasi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Bawaslu Alor, Therlince Loisa Mau, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tiga fungsi utama, yakni pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap setiap potensi pelanggaran pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
Ia mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya, Bawaslu Alor telah menangani sejumlah pelanggaran, termasuk dugaan tindak pidana pemilu dan pelanggaran administratif.
“Tren pelanggaran di Alor masih didominasi praktik money politics. Ada kasus pembagian uang oleh calon legislatif maupun warga masyarakat di beberapa wilayah kecamatan yang kami proses sebagai bagian dari upaya penindakan terhadap pelaku politik uang,” jelasnya.
Therlince juga menegaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya penyelenggara pemilu yang tidak bersikap netral pada pelaksanaan pemilu mendatang.
Menurutnya, partai politik memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Karena itu, Bawaslu berharap Partai Perindo turut aktif melakukan sosialisasi politik yang sehat agar pelanggaran seperti politik uang dan isu SARA dapat diminimalkan.
Melalui pertemuan tersebut, Bawaslu Alor berharap kolaborasi dengan partai politik semakin kuat sehingga kualitas demokrasi di Kabupaten Alor terus meningkat menuju pemilu yang bersih, berintegritas, dan bermartabat. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan