Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Maumere, RakyatNTT.ID — Aparat keamanan Polres Sikka menunjukkan komitmen tegas dalam mengawal distribusi energi. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir (periode April hingga Juni 2026), Polres Sikka berhasil mengungkap enam kasus penyalahgunaan BBM di Sikka, baik jenis BBM bersubsidi maupun BBM penugasan (Pertalite).
Praktik ilegal ini diduga kuat menjadi biang kerok terganggunya pasokan energi bagi masyarakat luas. Tidak tanggung-tanggung, operasi ini berhasil mengamankan ratusan hingga ribuan liter BBM siap edar sekaligus membongkar jaringan distribusi ilegal yang menjangkau luar Kabupaten Sikka.
Modus Operandi Pelaku: Barcode Modus hingga Tangki Modifikasi
Untuk mengelabui petugas, para pelaku menggunakan berbagai modus yang cukup terorganisir. Mulai dari pembelian berulang memanfaatkan barcode kendaraan, menyalin BBM dari tangki ke jerigen, hingga nekat memodifikasi tangki mobil guna memperbesar kapasitas tampung.
Berikut adalah rincian kasus dan jaringan yang berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Sikka:
1. Jalur Ilegal Lintas Batas Sikka – Flores Timur
Kasus pertama digulung pada 28 April 2026 di Desa Waiara, Kecamatan Kewapante. Polisi mengamankan AF alias Ano bersama 484,5 liter Pertalite yang sudah dikemas dalam ratusan botol dan jerigen.
Ano membeli Pertalite secara berulang di SPBU dengan memanfaatkan barcode kendaraan. BBM tersebut rencananya diselundupkan ke wilayah Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur melalui jasa sopir angkutan antarkota.
Pada hari yang sama, polisi melakukan pengembangan dan menciduk YT alias Jon. Mantan rekan kerja AF ini diamankan bersama 426 liter Pertalite siap kirim dengan tujuan yang sama, yaitu Flores Timur.
2. Praktik Dua Tahun di Waigete
Di wilayah Waigete, polisi meringkus BN alias Jefri dengan barang bukti 245 liter Pertalite dalam tujuh jerigen besar. Jefri mengaku telah menjalankan aksi beli-salin BBM ini selama dua tahun untuk dijual kembali di kios miliknya di Watubala dan Nangatobong demi meraup keuntungan pribadi.
3. Modifikasi Tangki Hilux dan Avanza
Modus canggih juga ditemukan di wilayah Wolomarang dan Kota Uneng.
Di Wolomarang, seorang pelaku bernama Heri memodifikasi tangki mobil Toyota Hilux miliknya dengan saluran pipa tambahan agar BBM mudah disedot ke botol plastik. Polisi mengamankan 60 liter Pertalite dari lokasi.
Di Kota Uneng, pelaku berinisial MSH menggunakan mobil Toyota Avanza dengan tangki yang juga dimodifikasi. Petugas menyita 72 liter Pertalite dan puluhan botol kosong yang siap dipasarkan ke warung eceran dengan harga tinggi.
4. Penyelewengan 400 Liter Solar Subsidi Kapal
Selain Pertalite, Polres Sikka juga menyita 400 liter Solar bersubsidi. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin ini diselewengkan untuk operasional kapal angkutan barang dan penumpang komersial dengan memanfaatkan rekomendasi tertentu.
Kapolres Sikka: Kami Tindak Tegas, Masyarakat Jangan Tertipu Makelar Kasus
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, menegaskan bahwa penindakan atas penyalahgunaan BBM di Sikka ini merupakan bukti keseriusan kepolisian dalam melindungi hak masyarakat. Saat ini, seluruh temuan telah ditindaklanjuti melalui enam laporan polisi (LP).
“BBM subsidi dan penugasan itu hak masyarakat yang membutuhkan dan untuk pelayanan publik. Ketika disalahgunakan untuk bisnis ilegal, masyarakat yang menjadi korban karena akses energi mereka terganggu,” tegas AKBP Bambang Supeno.
Beliau juga mengapresiasi peran aktif warga yang berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka dan meminta masyarakat untuk terus mengawal isu ini.
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Aparat
Menutup keterangannya, Kapolres Sikka mengingatkan warga agar tidak mempercayai pihak-pihak atau makelar kasus yang menjanjikan “jalur damai” dengan meminta sejumlah uang.
“Kami tegaskan seluruh proses hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Jika ada yang mengaku bisa menghentikan perkara dengan meminta imbalan, segera laporkan ke Polres Sikka,” pungkasnya.
Polres Sikka memastikan akan terus mengejar sisa jaringan penimbun dan penyalahguna BBM lainnya demi menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah kerugian negara. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan