Kupang, RakyatNTT.ID – Sebanyak 43 pelatih bola voli di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengantongi lisensi daerah setelah mengikuti pelatihan pelatih yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTT.

Pencapaian ini menjadi sejarah baru bagi dunia olahraga NTT karena untuk pertama kalinya PBVSI NTT menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi pelatih secara khusus sebagai bagian dari roadmap pembinaan olahraga voli di daerah.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur berlisensi nasional yang memberikan materi teori, praktik, hingga ujian kompetensi kepada para peserta.

Iklan

Pelatihan dilaksanakan di Aula Kwarda Pramuka NTT dan ditutup secara resmi di Gedung Bahtera UKAW Kupang.

Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa lahirnya puluhan pelatih berlisensi daerah ini menjadi titik awal pembangunan sistem pembinaan bola voli yang lebih terarah dan profesional di NTT.

“Yang kita buka hari ini adalah babak baru pembinaan bola voli di Nusa Tenggara Timur,” ujar Winston Rondo saat menutup kegiatan.

Pelatih jadi Kunci Lahirnya Atlet Berprestasi

Menurut Winston, kualitas pelatih akan sangat menentukan masa depan prestasi olahraga. Atlet-atlet hebat lahir dari proses pembinaan yang dilakukan oleh pelatih yang memiliki kompetensi, pengetahuan, dan kemampuan yang terus berkembang.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak berhenti belajar meskipun telah mengantongi lisensi resmi.

“Pelatih hebat adalah pelatih yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus membuka ruang untuk bertumbuh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa lisensi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membina atlet-atlet muda di daerah masing-masing.

“Mulai besok masyarakat tidak akan menilai berapa hari Saudara mengikuti pelatihan ini. Mereka akan melihat kualitas latihan yang Saudara berikan, disiplin yang Saudara bangun, karakter yang Saudara bentuk, dan prestasi atlet yang Saudara hasilkan,” tegas Winston.

Siapkan Fondasi Menuju PON 2028

PBVSI NTT saat ini tengah menjalankan program pembinaan jangka panjang sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah bersama.

Winston berharap para pelatih yang baru memperoleh lisensi dapat menjadi motor penggerak pembinaan voli di tingkat daerah melalui penguatan klub, pembinaan usia dini, dan peningkatan kualitas latihan.

“Kita sedang bergerak menuju PON 2028. Ini bukan hanya agenda PBVSI NTT, tetapi agenda seluruh insan bola voli Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi besar tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, kerja keras, dan kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.

“Prestasi besar tidak lahir dalam semalam. Saya percaya pelatihan ini adalah salah satu batu pertama menuju kebangkitan bola voli NTT,” tambahnya.

Program Sertifikasi Berlanjut ke Flores dan Sumba

Setelah pelaksanaan pelatihan Zona Tirosa, PBVSI NTT akan melanjutkan program sertifikasi pelatih di wilayah Flores-Lembata dan Sumba Raya sepanjang tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pemerataan kualitas pelatih sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Winston juga mengajak seluruh pelatih untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat jejaring, serta saling berbagi pengalaman demi kemajuan bola voli NTT.

“Jangan berhenti belajar, jangan berhenti melatih, dan jangan berhenti bermimpi besar untuk bola voli Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Dengan lahirnya 43 pelatih berlisensi daerah, PBVSI NTT optimistis pembinaan atlet bola voli akan semakin terarah dan mampu melahirkan generasi atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama NTT di tingkat nasional, termasuk pada ajang PON 2028.

Daftar 43 Pelatih Berlisensi Daerah PBVSI NTT Zona Tirosa 2026

  1. Cornelis Z Jansen Pay
  2. Maria Laurensista, S.Pd
  3. Johanis Okran Sabuna
  4. Junus Waang, S.Pd., Gr
  5. Wili E. Amung, S.Pd., Gr
  6. Agustina Klaping, S.Pd., Gr
  7. Ima Gadoi Sely, S.Pd., Gr
  8. drg. Gregorius Benediktus Pausobe
  9. Nahor Rissi, S.Pd
  10. Aprianus Lorensus Djara
  11. Richardo Junarto Kapitan, S.IP
  12. Yulius Richardus Uskono, S.IP
  13. Abduh Rahim Koli Hobol, S.Pd., Gr
  14. Medison A. Kafomai, S.Pd., Gr
  15. Ferdinandus Besin, S.Pd., Gr
  16. Antonius Heryanto Seran, S.Pd
  17. Adipapa Kahewa Mbani
  18. Ayub Buan, S.IP
  19. Titus M. Selan, S.Pd., Gr
  20. Aner M. Tefa, S.Pd., Gr
  21. Ary Rinaldi Manu
  22. Raflin Udju Edo, S.Pd., Gr
  23. Nymrot R. Namang Dola
  24. Theni Wake Lulu, S.Pd
  25. Lorens Adolf Bire
  26. Dicky Ronaldy Djami Lena
  27. Yulianus Ridus Kalake Welan, S.Pd., Gr
  28. Krista Viana Bere Mau, S.Pd., Gr
  29. Markus Manikita
  30. Maria Trivonia Naiheli
  31. Sam Ryo Djampi
  32. Yorhan Maraden M. Pello, S.Pi
  33. Yongki Banoet, S.Pd., Gr
  34. Melkiul Laazar Lonis, S.Pd., Gr
  35. Agustinus R. Kabata, S.Sos
  36. Yublina A.W. Kabata, S.Ikom
  37. Lidya G.M. Dethan
  38. Melhelpiades Elki Selan
  39. Norbeth Fredik Ta’osu
  40. Fitrianingrum Kusumawardhani, SP
  41. Dominggus Meni
  42. Gradiana Banhae
  43. Berkhmans Moa, S.Pd.

(rnc04)