Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Desakan masyarakat, perhatian media, serta permintaan langsung Bupati Rote Ndao Paulus Henuk akhirnya mendapat respons dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Menteri PU memerintahkan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT), Janto, untuk segera meninjau kondisi ruas Jalan Ba’a-Batutua di titik Letelangga yang mengalami kerusakan parah.
Peninjauan dilakukan usai kunjungan kerja Menteri PU ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (30/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJN NTT didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT-2), Parlinggoman Simanungkalit, serta Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.
Selain meninjau kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan serius, rombongan juga melihat langsung lima rumah warga yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Mereka turut berdialog dengan warga dan pemilik rumah untuk mendengarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.
BPJN NTT akan Gunakan Geo Radar dan Foto Satelit
Kepala BPJN NTT, Janto, mengatakan kerusakan yang terjadi diduga disebabkan oleh kondisi tanah yang sudah jenuh akibat rembesan air dalam jangka waktu lama. Karena itu, diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam sebelum menentukan langkah penanganan permanen.
Menurutnya, teknologi geo radar dan analisis foto satelit akan digunakan untuk mendeteksi kondisi struktur tanah di bawah permukaan.
“Dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan,” ujar Janto.
Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat sehingga penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Bupati Usulkan Jalan Provinsi jadi Jalan Nasional
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Menteri PU agar sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Rote Ndao ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional.
Ruas jalan yang diusulkan meliputi Ba’a-Batutua, Batutua-Delha, serta ruas Utomo menuju Lole. Menurut Paulus Henuk, usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri PU dan akan segera ditindaklanjuti secara administrasi.
“Saya sudah meminta kepada Menteri PU agar ruas jalan Ba’a-Batutua, Batutua-Delha, dan Utomo-Lole ditingkatkan menjadi jalan nasional. Menteri sudah menyetujui dan minggu depan kami akan menyampaikan surat resmi ke Kementerian PU untuk proses lebih lanjut,” katanya.
Ia menilai peningkatan status jalan akan mempercepat penanganan infrastruktur sekaligus membuka peluang dukungan anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat.
Pemda Siapkan Relokasi Warga Terdampak
Terkait warga yang rumahnya terdampak akibat kerusakan di kawasan Letelangga, Paulus Henuk memastikan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menyiapkan langkah relokasi.
Pemda berencana menyediakan lahan di kawasan perkantoran untuk pembangunan rumah baru bagi warga terdampak. Selain rumah, pemerintah juga akan memberikan sertifikat hak atas tanah kepada warga yang direlokasi.
Menurut Bupati, lahan yang saat ini ditempati warga di Letelangga nantinya akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan penataan infrastruktur jalan.
“Pemda akan menyiapkan tanah di kawasan perkantoran, membangun rumah, sekaligus memberikan sertifikat kepada warga terdampak. Sementara lahan di Letelangga akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan jalan. Mekanismenya akan dibahas lebih lanjut setelah kunjungan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa percepatan penanganan juga memerlukan penetapan status bencana, relokasi warga, serta dukungan dan persetujuan DPRD agar proses dapat berjalan sesuai ketentuan.
Kunjungan Menteri Dipersingkat karena Kendala Teknis
Paulus Henuk juga menjelaskan alasan Menteri PU tidak sempat mengunjungi sejumlah lokasi proyek lain yang sebelumnya masuk dalam agenda kunjungan kerja.
Menurutnya, terdapat kendala teknis pada pesawat jet pribadi yang digunakan Menteri sehingga keberangkatan dari Lombok menuju Rote mengalami keterlambatan. Di sisi lain, Menteri juga harus menghadiri agenda penting di Jakarta pada sore hari.
“Beliau bukan tidak ingin mengunjungi lokasi proyek yang telah dijadwalkan. Ada perubahan jadwal karena kendala teknis penerbangan dan Menteri harus kembali ke Jakarta sekitar pukul 14.30 WITA untuk menghadiri rapat penting,” ujar Paulus Henuk.
Meski demikian, Bupati menilai pertemuan tertutup selama hampir satu jam dengan Menteri PU justru menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang membawa manfaat besar bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
“Namun ada untungnya, saya bisa berdiskusi cukup lama dengan Menteri dan menghasilkan banyak kesepakatan penting untuk pembangunan Rote Ndao ke depan,” pungkasnya. (nr2/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan