Momentum 23 Mei 2026 setidaknya membuka katup harapan bahwa Universitas Stella Maris Sumba di bawah nakhoda baru dapat mengambil peran kepemimpinan intelektual ini. Tentu, meruntuhkan keangkuhan menara gading tidak bisa dibebankan pada pundak satu orang rektor semata. Perubahan ini menuntut keberanian kolektif dari seluruh elemen: yayasan, dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, gereja, organisasi sipil, hingga generasi muda itu sendiri.

Sejarah selalu membuktikan bahwa transformasi besar kerap kali bermula dari momentum-momentum kecil yang dirawat dengan keberanian moral dan visi intelektual yang jernih.

Pada akhir kata, 23 Mei 2026 diharapkan tidak hanya dikenang sebagai hari seremonial pelantikan seorang rektor Universitas Stella Maris Sumba. Hari itu harus dicatat sebagai momentum runtuhnya dinding-dinding menara gading pendidikan Sumba; sebuah titik mula ketika institusi akademik memutuskan untuk “turun gunung” dan menyatu dengan tanah ulayat, menderita bersama rakyat, serta merajut martabat masa depan Pulau Sumba yang seutuhnya. (*)

Iklan