Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dari Superfisial ke Pembelajaran Mendalam, Pendidikan abat ke – 21menuntuk keterampilan 4C, critical thinkhing, creativity, collaboration, dan communication. Namun, tanpa kesadaran, keempat keterampilan itu akan kering dan mekanis. Disinilah peran deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi relevan.
Pembelajaran mendalam menekankan koneksi antara konsep, refleksi diri, dan makna social dari apa yang dipelajari. Misalnya , Ketika siswa belajar tentang persamaan linear, guru dapat mngaitkannya dengan persoalan ekonomi keluarga atau nilai keadilan dalam pembagian sumber daya.
Saat itulah matematika tidak lagi sekedar angka, tetapi menjadi sarana memahami kehidupan. Inilah inti pembelajran mendalam (deep learning); bukan seberapa banyak yang dihafal, melainka seberapa dalam kita memahami dan mengaitkan dengan realitas.
Guru sebagai Penuntun Kesadaran
Peran guru dalam era digital semakin kompleks. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi, tetapi menjadi penuntun kesadaran belajar. Guru yang mindfull tidak hanya mengajarkan isi Pelajaran, tetapi juga menanamkan cara berpikir refelktif dan empati, karena kecerdasan buatan (AI) tidak memiliki perasaan hanya manusia menusia yang memiliki perasaan dan empati, AI hanya rasa nyaman sesaat disat kita butuh dan memberikan ilusi empati dan yang diatur oleh algoritma mesin.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

