Selain itu, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi juga dijadwalkan memaparkan dukungan kampus terhadap perjuangan DOB Pantar. Sementara tim peneliti Undana Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Lemlit) akan membahas variabel dan indikator pemutakhiran data DOB sesuai ketentuan pemerintah.

Forum Akademisi Pantar juga menghadirkan akademisi Dr. Mesak Awang, SE., MM untuk memaparkan kajian akademik dan analisis kelayakan DOB Pantar.

Dialog tersebut dirancang untuk memperkuat kajian akademik, dukungan politik, serta legitimasi publik terhadap usulan pembentukan Kabupaten Pantar.

Iklan

Forum ini juga akan mengkaji kesiapan wilayah berdasarkan 11 faktor dan 35 indikator teknis sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007, sekaligus menghimpun aspirasi masyarakat lintas elemen sebagai bagian dari proses demokrasi lokal.

Rapat berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi simbol bahwa perjuangan DOB Pantar merupakan gerakan kolektif lintas generasi dan profesi.

Dengan semangat “dari kampus untuk rakyat”, Forum Akademisi Pantar menegaskan posisi kampus sebagai ruang berpikir kritis sekaligus penggerak wacana publik demi terwujudnya Kabupaten Pantar sebagai daerah otonomi baru menuju pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih dekat bagi masyarakat. (rnc)