Menurutnya, pelibatan Undana sebagai representasi perguruan tinggi di Indonesia Timur merupakan langkah strategis untuk memastikan RUU yang disusun mendapat perspektif yang lebih luas dan komprehensif.

“RUU harus lahir dari proses akademis yang konstruktif dan mendapatkan respons secara nasional. Dengan masukan dari akademisi, substansi RUU akan semakin kuat saat dibahas bersama anggota DPR RI,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPR RI dan Undana juga secara khusus membahas RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi. Topik ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Iklan

Diskusi publik dan dialog akademik menghadirkan para pakar dari bidang hukum dan teknik sipil, baik dari Undana maupun perguruan tinggi lain di NTT. Berbagai pandangan dan rekomendasi strategis disampaikan untuk memperkaya substansi RUU.

Melalui kolaborasi ini, Undana semakin menegaskan posisinya sebagai pusat kajian akademik di Indonesia Timur, sekaligus mitra penting DPR RI dalam melahirkan regulasi yang responsif, berbasis riset, dan berpihak pada kepentingan publik. (rnc04)