Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah.

Penegasan itu disampaikan saat pelantikan Dewan Komisaris dan Direksi PT Flobamor, PT Kawasan Industri Bolok, serta Direktur Kepatuhan BPD NTT di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026).

“BUMD tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang hidup dari penyertaan modal daerah. BUMD harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Melki.

Iklan

Menurutnya, BUMD memiliki peran vital sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kawasan Industri Bolok Ditarget jadi Pusat Ekonomi Baru NTT

Gubernur Melki menaruh harapan besar kepada jajaran baru PT Kawasan Industri Bolok agar mampu menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTT.

Ia menegaskan Kawasan Industri Bolok tidak boleh hanya dikenal sebagai kawasan aset dan lahan semata, tetapi harus berkembang menjadi pusat investasi, logistik, hilirisasi industri lokal, dan penyerapan tenaga kerja.

“Kita ingin Kawasan Industri Bolok hidup. Ada aktivitas industri, investasi masuk, tenaga kerja lokal terserap, ada kemitraan dengan UMKM,” ujarnya.

Melki juga meminta pengurus baru segera melakukan konsolidasi internal,
pemetaan aset, penyusunan rencana bisnis progresif, serta membangun komunikasi aktif dengan investor.

PT Flobamor Diminta Lebih Profesional dan Adaptif

Kepada jajaran PT Flobamor, Melki menegaskan pentingnya profesionalisme dan kemampuan membaca peluang bisnis di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Menurutnya, PT Flobamor memiliki peluang besar berkembang di sector perdagangan, jasa, distribusi, pangan, transportasi, peternakan, energi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Namun peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila perusahaan memiliki strategi bisnis yang kuat, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Direktur Kepatuhan BPD NTT Diminta Jaga Kepercayaan Publik

Sementara itu, kepada Direktur Kepatuhan BPD NTT yang baru dilantik, Melki menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik dalam industri perbankan.

“Dalam dunia perbankan, kepercayaan adalah modal utama. Fungsi kepatuhan bukan fungsi pelengkap, tetapi jantung dari kehati-hatian, integritas, dan keberlanjutan lembaga keuangan,” katanya.

Ia menambahkan modernisasi dan digitalisasi perbankan harus berjalan beriringan dengan penguatan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

Daftar Pejabat BUMD NTT yang Dilantik

Berikut nama-nama pejabat BUMD yang dilantik Gubernur Melki Laka Lena:

  1. Revi Adiana Silawati — Direktur Kepatuhan Bank NTT
  2. Fredrik Lukas Benu — Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok
  3. Daniel Tonu — Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok
  4. Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia — Direktur Utama PT Kawasan Industri Bolok
  5. Kretisana Jagi — Direktur Keuangan dan Operasional PT Kawasan Industri Bolok
  6. Grace Lusiana Beeh — Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok
  7. Semuel Halundaka — Komisaris Independen PT Flobamor
  8. Sonny Supersemar Pellokila — Komisaris Independen PT Flobamor
  9. Dominggus Elcid Li — Direktur Utama PT Flobamor
  10. Maxi Julians Rihi Dara — Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor
  11. Leonardo Adiyanto Waleng — Direktur Pengembangan PT Flobamor
  12. Fransiskus Kasmir Nuryadin Bata — Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor
  13. Yose Rizal — Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, pimpinan DPRD Provinsi NTT, Bank Indonesia Perwakilan NTT, serta sejumlah pimpinan OPD. (*/rnc)