Vinsentius menyebutkan, timbunan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 157,31 ton perhari. Sampah yang dirproduksi individu mencapai 0,5 kg per hari. “Kondisi ini membuat Kabupaten Manggarai Barat masuk kategori daerah sedang,” kata Vinsensius.

Vinsensius melanjutkan, untuk terkelola sampah rata-rata l84,21 ton per hari atau 57,16 persen. Yang dibuang ke lingkungan 62,27 ton atau 42,84 persen. Upaya pengurangan sampah 11,85 ton per hari. Untuk penanganan 49,11 persen, dan masih berfokus pada wilayah di sektor tengah dan hilir. Untuk sektor Tengah yang ditangani 37,80 ton per hari atau 25,65 persen.

“Salah satu peran dalam Upaya penanganan pengurangan sampah adalah peran PT INGRAM. Sementara untuk sektor informal/pengepul mengurangi hingga 9,86 ton per hari. Sementara yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 26,27 ton per hari,” jelas Vinsensius.

Iklan

Dari data ini, kata Vinsensius menunjukkan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Manggarai Barat tidak sedang baik-baik saja. “Isu sampah masuk indikator utama arah Pembangunan di Manggarai Barat. Ini setara mengurus penanganan stunting dan kemiskinan. Dan ini satu-satunya daerah di NTT yang memasukan penanganan sampah sebagai indicator utama Pembangunan,” kata Vinsensius.