Ketiga, penguatan joint research atau kolaborasi penelitian antar dosen, terutama pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Keempat, pengembangan studi bahasa dan budaya Turki sebagai bagian dari pengayaan kurikulum guna meningkatkan wawasan global sivitas akademika.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi “Transformasi Total” periode 2025–2029, yang menargetkan Undana menjadi World Class University tanpa meninggalkan keunggulan lokal.

“Kolaborasi dengan institusi internasional seperti dari Turki adalah kunci untuk membawa Undana ke panggung dunia. Kami ingin riset berbasis lahan kering kepulauan di NTT mendapat pengakuan global, sekaligus menyerap keunggulan teknologi dan manajemen pendidikan dari negara maju,” ujarnya.

Iklan

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam implementasi kerja sama. Keterlibatan langsung pimpinan fakultas dan pascasarjana diharapkan mampu memperkuat eksekusi teknis di tingkat operasional.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen segera menyusun peta jalan implementasi serta mempersiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah budaya di lingkungan kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Undana melalui eksposur internasional.