Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dari sisi pembiayaan, rapat turut membahas berbagai opsi keringanan biaya pendidikan. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah kerja sama dengan pihak perbankan melalui sistem pembayaran bertahap atau autodebet dari gaji anggota.
Pamin Subbagrenmin RO SDM Polda NTT, Iptu Valentinus Gual, menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, kemudahan akses pendidikan dan skema pembiayaan yang adaptif akan mendorong anggota Polri untuk meningkatkan kompetensi.
“Peningkatan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang bagi Polri dalam memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski masih dalam tahap persiapan, implementasi program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran mendatang, sambil menunggu penyelesaian proses perizinan di tingkat kementerian.
Sebagai langkah awal, Undana dan Polda NTT akan melakukan sosialisasi secara bertahap hingga ke tingkat Polres.
Kerja sama ini juga akan diperkuat dengan rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian di Undana yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Melalui sinergi ini, kedua pihak berharap dapat menghadirkan model pendidikan yang inklusif sekaligus menjadi pionir dalam pengembangan kompetensi aparat penegak hukum di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

