Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berinisial CAA (6) di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin pada Kamis (23/4/2026) siang.
Insiden tersebut terjadi di RT 04 Desa Manubelon saat korban tengah bermain bersama rekannya, KARM (8), di area sawah yang berada di samping rumah mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu turut berada di lokasi EM, ayah dari KARM, yang membawa senapan angin dengan tujuan menembak ayam peliharaan. Namun, situasi berubah ketika EM mendengar teriakan warga mengenai keberadaan ular di sekitar sawah.
EM kemudian bergegas menuju sumber suara tersebut, tetapi diduga lupa bahwa senapan angin yang dibawanya telah dipompa dan masih berisi amunisi. Senapan tersebut ditinggalkan di dekat rumah tanpa pengawasan.
Dalam kondisi itu, KARM yang sedang bermain bersama korban mengambil senapan angin tersebut. Secara tidak sengaja, ia mengarahkan senapan ke arah wajah korban dan menarik pelatuk. Peluru mengenai mata kanan korban hingga menyebabkan luka serius.
Mendengar suara letusan, EM bersama YMO segera berlari ke lokasi dan mendapati korban dalam kondisi terluka dan menangis kesakitan. Korban kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Manubelon untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, sekitar pukul 14.40 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya.
Aparat dari Pospol Manubelon segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin serta pakaian milik korban dan KARM.
Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut, namun menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Masih kita cek,” ujarnya singkat.
Hingga kini, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti kronologi kejadian. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan senjata, terutama di lingkungan yang terdapat anak-anak. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

