Alfan juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas air minum isi ulang di kampus guna menunjang keberlanjutan gerakan tersebut.

Lebih lanjut, gerakan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun identitas kampus hijau yang peduli terhadap isu perubahan iklim global. Unkriswina Sumba pun didorong menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan praktik ramah lingkungan.

Dalam pesannya, Alfan mengajak seluruh civitas akademika menjadikan tumbler sebagai simbol tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Sumba adalah rumah kita, dan Unkriswina adalah tempat kita merajut mimpi. Jangan biarkan masa depan kita tertimbun sampah plastik yang kita hasilkan hari ini. Satu tumbler di tanganmu adalah satu napas lega bagi bumi Sumba,” tegasnya.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai inisiatif berkelanjutan lainnya yang akan digagas mahasiswa demi mewujudkan kampus yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (*/rnc)